Selasa, 30 April 2013



Clasiss Reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah anggota tubuh berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga atau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang.
Reptil menujukkan kemajuan dibandingankan dengan amfibi karena :

1)      Integumen bersisik yang sesuai untuk hidup di daerah yang kering Sisik epidermis yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh fisik (misal luka) dan juga sebagai pelindung terhadap kekeringan
2)      Tungkai yang sesuai untuk bergerak cepat;
3)      Pemisahan lebih jauh dari darah yang beroksigen dan tidak beroksigen di dalam jantung;
4)      Osifikasi kerangka sempurna;
5)      Adanya cangkang pada telur dan adanya amnion pada embrio sehingga menjamin perlindungan terhadap bahaya kekeringan pada telur-telur yang diletakkan didarat.
6)      Telur yang sesuai untuk perkembangan di darat, dengan membran dan cangkang untuk melindungi embrio.


Reptilia merupakan kelompok vertebrata yang beradaptasi untuk hidup di darat yang lingkungannya kering. Adanya sisik dan kulit yang menanduk mencegah hilangnya kelembaban tubuh dan membantu hewan untuk hidup di permukaan yang kasar. Nama kelas Reptilia menunjukkan cara berjalan (latin: retum=melata). Reptilia tersebar baik di daerah teropis maupun daerah subtropics. Pada daerah-daerah yang mendekati kutub dan tempat-tempat yang lebih tinggi jumlah dan jenisnya makin sedikit. Reptile menempati macam-macam habitat. Phyton misalnya terdapat di daerah-daerah tropis, hanya terdapat di rawa-rawa, sungai atau sepanjang pantai. Penyu terbesar teradapat dilaut dan kura-kura darat raksasa terdapat di kepulauan. Kadal dan ular umumnya terrestrial, tetapii ada yang menempati karang-karang atau pohon
1.     Klasifikasi Reptilia dan Penyebaran
1.1.Klasifikasi
Reptilia merupakan salah satu kelas dari vertebrata yang terdiri dari empat ordo dari 14 ordo yang telah diketahui namun hanya 4 ordo yang kami ketahui, yaitu ordo Testudinata (Chelonia), Ordo squamata, ordo Crocodilia/Loricata dan ordo Rhynchocepholia/ Sphenodontia
1.1  ordo testudinata terdiri dari 5 famili dan sub ordo Pleurodira yang dibagi menjadi 2 famili  yaitu:
v  ordo testudinata
1.      Famili Chelydridae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Testudinata
Family            : Chelydridae
Genus             : Chelydra
Spesies            : C.serpentina
       Ciri-ciri :
       a)      Ekor panjang
b)      Berkepala besar
       Penyebaran : Di Amerika
       Habitat : Di air tawar.

2. Famili Testudinidae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Testudinata
Family            : Testudinidae
Genus             : Testudo
Spesies            : T.hermanii

Ciri-ciri :
a) Cangkang yang keras
b) Cakar dan tubuh berwarna gelap

3. Famili Emydidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Testudinata
Family             : Emydidae
Genus              : Trachemys
Spesies            : T.scripta

Ciri-ciri :
a)  Cangkang yang keras
b)  Memiliki cakar.
Habitat : Hidup di air tawar di Eropa, Asia dan di Amerika.

4. Famili Dermochelyidae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Testudinata
Family            : Dermochelyidae
Genus             : Dermochelys
Spesies            : D.coriacea

Ciri-ciri :
a)  Panjang tubuh (panjang karapas) 3 m
b)  Berat mendekati 1 ton
c)  Warna tubuh hitam sampai abu–abu kehijauan
d)  Kaki tidak bercakar dan perisai ditutupi oleh kulit sebanyak tujuh lipatan memanjang dan berbintik putih tanpa keping yang jelas.
Habitat : Di lautan-lautan besar, daerah dingin
5. Famili Carettochelydae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Testudinata
Family            : Carettochelyidae
Genus             : Lepidochelys
Spesies            : L.olivacea

Ciri-ciri :
a)  Dapat menarik leher ke samping
b)  Kaki berselaput
Habitat :Di perairan, biasa di tepi pantai.

v  Subordo Pleurodira
Ciri-ciri :
a.  Leher panjang.
b.  Kepala dapat dilipat ke samping badan, namun tidak dapat ditarik ke dalam     tempurung.
c.  Karapaks biasa berbentuk oval dan berwarna gelap
d.  Memiliki 13 sisik plastral dan 9-11 tulang plastral.
e.  Pelvis bersatu dengan tempurung/cangkang.

Terbagi menjadi 2 famili yaitu:
1. Famili Chelidae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Testudinata
Family            : Chelidae
Genus             : Chelodina
Spesies           : C.oblonga


Ciri-ciri :
a) Leher tidak dapat dimasukkan ke dalam perisai
b) Mempunyai keping intergular.
c) Kaki depan dengan empat kuku
d) Keping intergular yang tidak berhubungan dengan tepi perisai yang relatif panjang.

2.  Famili Pelomedusidae
        Kingdom         : Animalia
        Phylum            : Vertebrata
        Class                : Reptilia
        Ordo                : Testudinata
        Family             : Pelomedusidae
        Genus              : Pelomedusa
        Spesies            : P.subrufa
Ciri-ciri :
a) Tubuh bulat
b) Ukuran tubuh 12 cm – 45 cm
c) Makanan berupa serangga, moluska, dan cacing.

Habitat :Di air tawar
Keunikan :Saat musim kemarau,dapat mengubur diri di lumpur.
v  Ordo Squamata
a. Ciri-ciri :
1)  Memiliki sisik yang terbuat dari zat tanduk.
2)  Sisik mengalami pergantian secara periodik (molting)
b.  Dibagi atas  3 sub ordo







1.  Sub-ordo Lacertilia (Sauria)
Ciri-ciri :
a) Tubuh panjang
b) Mandibula bersatu di bagian anterior.
c)  Tulang kuadrat berkontrak dengan pterigoid
d)  Kelopak mata biasa dapat digerakkan.
e)  Sabuk pectoral tumbuh baik atau tinggal sebagai sisa (vastigum).
f)   Bentuk lidah bercabang.
g)  Mempunyai kandung kemih

Terbagi menjadi 5 famili yaitu :
1.  Famili Eublepharidae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Squamata
Family            : Eublepharidae
Genus             : Goniurosaurus
Spesies            : G.araneus
Ciri-ciri :
a)  Memiliki kelopak mata yang dapat digerakkan .
b)  Berwarna kuning dan memiliki empat garis coklat lebar di bagian belakang.
c)  Mata gelap coklat kemerahan.

2Famili Gekkonidae
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Vertebrata
Class               : Reptilia
Ordo               : Squamata
Family            : Gekkonidae
Genus             : Hoplodactylus
Spesies            : Hoplodactylus sp


Ciri-ciri :
a.   Jari-jari kaki yang memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan untuk berada di bagian  permukaan tanpa menggunakan cairan atau tegangan permukaan.
3. Famili Agamidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Agamidae
Genus              : Sitana
Spesies            : Sitana ponticeriana
Ciri-ciri :
a) Kaki kuat.
b) Ekor tidak dapat beregenerasi
c) Kaki belakang relative lebih panjang dari kaki depan
Keunikan : Mampu mengubah warna tubuh untuk mengatur suhu tubuh

4.  Famili Chameleonidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Chameleonidae
Genus              : Uromastyx
Spesies            : Uromastyx acanthinuru
Ciri-ciri :
a) Ukuran tubuh relatif besar
b) Kulit yang keras dan warna tubuh gelap.
Habitat : Didalam gua-gua





5.  Famili Iguanidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Iguanidae
Genus              : Ctenosaura
Spesies            : Ctenosaura similis

Ciri-ciri :
a)  Ukuran tubuh bervariasi
b)  Mempunyai sisik yang keras dan berwarna hijau
c)  Mempunyai cakar.

Habitat : Di daratan dan di bebatuan.
             Sub-Ordo Ophidia (ular)
Ciri umum:
a.       Tidak mempunyai kaki ( tidak mempunyai telapak kaki ).
b.      Lubang telinga, tulang dada (sternum), dan kandung kemih tidak ada.
c.       Mandibula dihubungkan di bagian anterior oleh sebuah ligamentum.
d.      Bola mata tidak dapat digerakkan, tertutup oleh sisi transparan.
e.       Tidak mempunyai kelopak mata.
f.       Lidah panjang, bercabang dua dapat dijulurkan keluar

Terbagi menjadi 5 famili yaitu :
1.                   Family Colubridae
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Vertebrata
Class              : Reptilia
Ordo              : Squamata
Family            : Colubridae
Genus             : Chrysopedia
Spesies           : Chrysopedia ornata
Ciri-ciri :
a)      Tubuh hitam, ditutupi oleh sisik berwarna hijau
b)      Kepala berbentuk segitiga.
c)      Melilit di batang pohon.
d)     Hidup dipepohonan
2.          Family Elapidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Elapidae
Genus              : Naja
Spesies            : Naja haje
Ciri-ciri :
a)            Memiliki sepasang taring yang digunakan untuk menyuntikkan racun dari kelenjar
          yang terletak di bagian belakang rahang atas.
b)      Tubuh panjang dan ramping dengan sisik halus, tubuh berwarna gelap.
3.         Family Viperidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Viperidae
Genus              : Vipera
Spesies            : Vipera aspis
Ciri-ciri :
a)      Panjang tubuh  28 cm sampai 3,6 m ( Lachesis sesuai , Crotalinae )
b)      Kepala berbentuk segitiga.




4.         Family Boidae
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Vertebrata
Class              : Reptilia
Ordo              : Squamata
Family           : Boidae
Genus            : Boidus
Spesies          : Boidus sp

Ciri-ciri :
a)      Rahang bawah yang relatif kaku dengan elemen koronoideus, sisa korset panggul dengan anggota belakang yang sebagian terlihat sebagai sepasang taji , satu di kedua sisi lubang .
b)      Jantan dubur taji lebih besar dan lebih mencolok dari betina.
5.    Famili Pythonidae
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Pythonidae
Genus              : Python
Spesies            : Python molurus

Ciri-ciri :
a)      Tidak menyerang manusia kecuali terkejut atau terprovokasi.
b)      Mangsa dibunuh oleh proses penyempitan





                                                                                                  
3.    Subordo Amphisbaenia
Ciri-ciri :
  1. Tidak berkaki
  2. Memiliki kenampakan seperti cacing karena warna yang semu merah muda dan sisik yang tersusun seperti cincin.
  3. Kepala tidak memisah dari leher
  4. Tengkorak terbuat dari tulang keras
  5. Memiliki gigi median di bagian rahang atas tidak memiliki telinga luar dan mata tersembunyi oleh sisik dan kulit.
  6. Tubuh memanjang dan bagian ekor hampir menyerupai kepala.
Kerajaan                 : Aimalia
Filum                      : Chordata
Kelas                      : Reptilia
Ordo                       : Squamata
Famili                     : Amphisbaenia
Genus                     : Amphisbaena
Spesies                   : Amphisbaena sp

v  Ordo Crocodilia
a.       Ciri Umum :
       1)      Tubuh menjadi kepala, leher, badan, ekor.
       2)      Kaki dengan jari yang bercakar kuat.
       3)      Mulut panjang.
       4)      Dua lubang hidung pada moncong.
5)      Mata besar lateral, mempunyai kelopak mata atas dan bawah.
6)      Membrane niktitans tembus cahaya.
7)      Lubang telinga tetutup oleh lipatan kulit.
8)     Anus merupakan celah longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang. Kulit dengan lempeng-lempeng berzat tanduk, tersusun membujur tubuh.
Sumber : http://Linda watibinibis.blongspot.com /2012/01/v-behaviorurIdefaultvmlo.html

1.2.Penyebaran

         Reptil bisa ditemui di semua benua kecuali Antartika, walaupun distribusi Reptil yang utama hanya di daerah tropis dan sub-tropis. Habitat dari kelas reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu ordo Crocodilia dan beberapa anggota ordo Chelonia, beberapa sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, beberapa anggota ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.
Reptilia hidup di rawa atau di sungai, atau di tapi laut. Untuk tempat perlindungan, misalnya buaya menggali lubang di tepi sungai. Makanan terdiri dari berbagai hewan. Reptilia mencakup empat ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines, Squamata atau Lepidosauria, Rhynchocephalia, dan Crocodilia. Kebanyakan kadal tinggal di atas tanah (terrestrial), sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah gembur atau pasir (fossorial). Sebagian lagi berkeliaran di atas atau di batang pohon. Untuk komodo sangatlah endemik yaitu terbatas persebarannya di beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti pulau Komodo, Padar, Rinca dan di ujung barat pulau Flores.
Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepi danau, pantai, dan rawa-rawa. Di perkotaan, biawak sering temukan hidup di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai. Sedangkan cecak hidup di dinding dan atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat teduh. Persebaran lacertilia sangat hampir setiap tempat dapat ditemukan kecuali di daerah Arktik, Antartika dan Greenland.






2.     Ciri Umum
 Tubuh ditutupi kulit kering bertanduk (tidak licin), biasanya dilengkapi sisik atau kuku,   
    dan kelenjar dipermuakaan hanya sedikit.
 Memiliki dua pasang anggota badan, masing-masing dengan lima jari yang pada bagian     
    ujungnya terdapat cakar dan dapat digunakan untuk berlari, merayap atau memanjat.
    Anggota badan menyerupai dayung pada penyu, memendek pada kadal, dan tidak ada
    anggota badan pada beberapa jenis kadal dan semua jenis ular.
 Kerangka terdiri dari tulang keras, tengkorak dilengkapi rongga oksipital

 Jantung terdiri dari empat ruang yang belum terpisah sempurna, dua serambi dan
    vertikel  
    yang sebagian saling terpisah, satu pasang berkas aorta, sel darah merah oval bikonkaf   
    dengan inti.
 Respirasi dengan paru-paru, pada kura-kura air dilengkapi dengan respirasi kloaka.
 Terdapat 12 pasang saraf cranial.
 Suhu tubuh berubah-ubah bergantung suhu lingkungan (poikilothermis).
 Fertilisasi internal, menggunakan organ kopulasi, telurnya besar mengandung kuning
     telur yang terbungkus cangkang licin atau berkulit, biasanya telur ditetaskan tetapi pada    
     beberapa jenis ular dan kadal embrio berkembang didalam tubuh betina.
     Hewan Reptilia lebih maju dibanding amphibi karena memiliki diantaranya:
 Penutup tubuh yang kering dan bersisik sebagai adaptasi terhadap kehidupan di darat.
 Anggota tubuh memungkinkan hewan untuk berlari.
 Pemisahan darah bersih dan kotor di jantung.
 Skeleton terdiri dari tulang sejati.
 Telur dilengkapi dengan membrane dan cangkang sebagai pelindung embrio sehingga  
    memungkinkan untuk berkembang di darat.






3.     Karakteristik

1.      Tubuh ditutupi dengan kulit kering berzat tanduk (tidak berlendir), biasanya dengan sisik atau sisik besar; beberapa kelenjar permukaan.
2.      Dua pasang tungkai, masing-masing khas dengan 5 jari yang berujung di cakar berzat tanduk dan cocok untuk berlari,merangkak, atau memanjat; tungkai seperti dayung pada kura-kura laut, tereduksi pada beberapa kadal, dan tidak ada pada beberapa kadal yang lain dan pada semua ular (sisa-sisa pada boa).
3.      Osifikasi kerangka sempurna; tengkorak dengan satu kondisi oksigen.
4.      Jantung beruang 4 tidak sempurna, 2 atrium dan 1 ventrikel setengah terpisah (ventrial terpisah pada buaya); satu pasang lengkung aorta; korpuskula darah merah berinti,  bikonveks, dan oval.
5.      Respirasi selalu dengan paru-paru; respirasi melalui kloaka pada kura-kura air.
6.      Dua belah pasang saraf kranial.
7.      Suhu tubuh bervariasi (poikiloterma).
8.      Fertilisasi internal, biasanya dengan organ kopulasi; telur besar dengan banyak kuning telur, didalam cangkang  yang kasaratau berzat kapur; biasanya bertelur, tetapi dipertahankan berkembang di dalam induk betina pada beberapa kadal dan ular.
9.      Membran embrionik (amnion, korion, kantung kuning telur, dan alantois) terdapat selama perkembangan; individu muda ketika menetes (atau lahir) menyerupai individu dewasa tidak ada metamorfosis.
Sumber dikutip dari : Storer dan Usinger











4.     Morfologi Dan Anatomi

1.    Tubuhnya tertutup oleh kulit bersisik dari zat tanduk yang berguna untuk menjaga    agar cairan tubuhnya tidak kering.Bernapas dengan paru-paru.
2.    Alat gerak reptil yang hidup di air berupa sirip, sedangkan yang hidup di darat berupa kaki yang dilengkapi dengan cakar.
3.    Bergerak merayap atau melata.Termasuk hewan berdarah dingin. 
4.    peredaran darahnya tertutup dan jantungnya terdiri 4 ruang.Berkembang biak secara kawin melalui pembuahan internal, bersifat ovovivipar dan vivipar.
5.    Hewan reptil berkloaka dengan celah berbentuk transversal atau longitudinal.Semua reptil bergigi kecuali kura-kura.
6.    Perlekatan gigi-gigi itu ada yang acrodont, pleurodont, thecodont.Alat pendengar, ada yang dilengkapi dengan telinga luar dan ada yang tidak.
7.    Mata ada yang berkelopak dan dapat bergerak, ada pula yang kelopaknya tidak dapat bergerak serta berubah menjadi bangunan transparan.
8.    Reptil jantan memiliki alat kelamin luar berupa sebuah penis atau satu pasang hemipenis.Embrio memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur pada waktu menetas.
9.    Morfologi Reptilia meliputi kepala yang terpisah, leher, tubuh, dan ekor, angggota tubuh berukuran pendek dengan sejumlah jari yang pada bagian ujungnya dilengkapi cakar dan begitupun ada juga sebagaian subordo yang lain yang tidak memiliki jari.
10.     Mulutnya yang panjang dilengkapi dengan gigi. Buaya mialnya di dekat ujung    moncong terdapat dua lubang hidung.
11.     Mata berukuran besar dan terletak lateral, dengan kelopak atas dan bawah, serta membrane nictatin transparan yang dapat bergerak di bawah kelopak mata, telinga berukuran kecil terletak dibelakang mata.
12.     Anus terletak longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang.


Gambar morfologi

Gambar antomi

5.TIPE –TIPE GIGI REPTIL
SUMBER: http://masdab-danang.blogspot.com/2012/10/anatomi-gigi-pada-beberapa-reptil.html
Beberapa contoh bentuk gigi pada beberapa jenis reptil. Huruf a dan b merupakan gigi komodo (Varanus komodoensis). Gigi komodo memiliki morfologi seperti pisau belati, pipih di tepinya, dengan gerigi-gerigi kecil seperti mata gergaji. Tipe gigi hewan ini berfungsi untuk mengoyak dan memotong jaringan otot mangsa dengan gerakan menggigit dan merenggut. Bisa dibayangkan, pembuluh darah khususnya arteri yang memiliki dinding lentur akan mudah terpotong oleh tipe gigi seperti ini.
Selanjutnya, gigi c - d merupakan gigi buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) sedangkan e - f gigi buaya muara (Crocodylus porosus), kedua tipe gigi ini hampir sama (berbeda ukuran), memiliki bentuk sillinder mengerucut, sangat kuat dengan ujung yang lancip. Buaya merupakan salah satu jenis predator yang menaklukkan mangsanya dengan menggigit dengan kekuatan tekan yang kuat dari rahangnya. Tidak jarang mangsa akan dikibas-kibaskan atau digulingkan hingga mati lemas. Buaya sendiri tidak mengunyah mangsanya. Kekuatan utamanya ada pada rahangnya.
Huruf g - i merupakan gigi taring dari jenis king cobra (Ophiophagus hannah), tipe gigi taring ular ini adalah silinder kecil dengan ujung meruncing. Satu hal yang unik adalah, di bagian tengah gigi taringnya terdapat suatu kanal atau saluran yang tembus ke ujung taringnya. Hal ini berfungsi untuk menyuntikkan bisa (venom) pada saat ular ini menggigit mangsa. Dalam hitungan detik atau menit, mangsa akan lumpuh oleh venom yang disuntikkan. Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila menemukan ular jenis cobra, meskipun sudah mati, kita harus berhati-hati dengan taringnya. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan dalam kanal tadi terdapat sisa venom yang tertinggal.
Terakhir, j - k, tipe gigi ular phyton dari famili Phytonidae, bentuknya seperti belati yang tajam di bagian ujungnya. Ular jenis phyton memangsa hewan buruannya dengan menggigit, biasanya kepala menjadi target gigitannya. Sementara menggigit kepala, tubuh hingga ekor ular ini akan melilit tubuh mangsanya. Otot-otot sepanjang tubuh ular sangat kuat, didukung pertulangan yang lentur sehingga lilitannya sangat mematikan, karena mangsa akan mengalami asphyxia.




6.1 Sistem Pencernaan (systema digestorium)
System pencernaan pada reptile terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptile pada umumnya terdiri atas saluran pencernaan dan kelnejar pencernaan. Pada umumnya reptile adalah karnivora (pemakan daging). Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati.

1. Rongga Mulut.
 Disokong oleh rahang atas dan rahang bawah. Pada masing-masing rahang terdapat gigi-gigi yang berbentuk kerucut. Gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung kea rah rongga mulut. Dan khusus pada ular berbisa akan tumbuh gigi yang dapat menghasilkan racun yang terdapat pada rongga mulut. Pada buaya giginya bisa mnegalami 50 kali pergantian. Pada umumnya retil tidak mengunyah makanannya jadi giginya berfungsi sebagai penangkap mangsa.
Pada rongga mulut terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua. Pada reptilian pemakan insekta memiliki lidah yang dapat dijulurkan, sedangkan pada buaya dan kura-kura lidahnya relative kecil dan tidak dapat dijulurkan. Lidah ular berbentuk pembuluh yang terbungkus oleh selaput dan terletak di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut tetap basah dan dapat dengan mudah menelan mangsanya.Pada ular Kelenjar labia bermodifikasi menjadi kelenjar poison yang bermuara di kantung yang terletak di daerah gigi taring dan dikeluarkan melalui gigi tersebut.

2.    Kerongkongan (esophagus)
 merupakan saluran di belakang rongga mulut yang menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan.
3.      Lambung (ventrikulus)
 tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang esophagus. Disini makanan baru mengalami proses pencernaan. Pada bagian fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.
4.      Intestinum
 terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dalam usus halus terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum, kemudian diteruskan ke kloaka untuk dibuang. Ukuran usus disesuaikan dengan bentuk tubuhnya.
5.      Kelenjar pencernaan,
terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan oleh hati ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri dari dua lobus yaitu sinister dan dexter yang berwarna coklat kemerahan. Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pancreas pada reptile terletak diantara lambung dan duodenum. Pankreas berbentuk pipih dan berwarna kekuning-kuningan.

Gambar sistem pencernaan





6.2 Sistem Pernafasaan (system respiratorium)
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Pada reptilia umumnya udara luar masuk melalui lubang hidung, trakea, bronkus, dan akhirnya ke paru-paru. Sistem pernafasan pada reptilia lebih maju dari Amphibi.
Paru-paru Reptil berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru paru Reptil hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Paru paru kadal, kura-kura, dan buaya lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal, misalnya bunglon Afrika, mempunyai pundi-pundi hawa atau kantung udara cadangan sehingga memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 dalam udara masuk melaluilubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung.
Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.
Mekanisme   pernafasan reptilia terjadi dalam dua fase yaitu fase inspirasi dan fase ekspirasi. Fase inspirasi ialah pada saat tulang rusuk mengembang volume rongga dada akan meningkat selanjutnya udara (oksigen) akan masuk kedalam paru-paru sehingga terjadi inspirasi sedangkan fase ekspirasi akan terjadi, jika tulang rusuk merapat  sehingga udara( karbon dioksida ) dan uap air keluar dari paru-paru.









Gambar sistem pernapasan pada kadal


6.3 Sistem Sirkulasi (system cardiovasculare)
Sistem sirkulasi reptil lebih maju dibandingkan dengan katak.  Jantung terdiri dari empat ruangan yaitu ventrikel kanan, ventrikel kiri, atrium kanan, dan atrium kiri serta sebuah sinus venosus. Antara ventrikel kanan dan kiri terdapat sekat yang belum sempurna sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dalam ventrikel kiri dengan darah yang kaya CO2 dalam ventrikel kanan.
Khusus pada jantung buaya, pada sekat antar ventrikel terdapat lubang kecil yang disebut foramen panizzae yang berfungsi sebagai berikut.
1) Memungkinkan distribusi oksigen yang cukup ke alat pencernaan.
2) Memelihara keseimbangan tekanan cairan di dalam jantung pada waktu menyelam.
Sistem sirkulasi darah pada reptil termasuk sistem sirkulasi darah ganda. Darah dari vena yang kaya CO2 masuk ke jantung melalui sinus venosus ke bagian atrium kanan lalu ke ventrikel kanan. Kemudian, darah dipompa menuju paru-paru. Darah dari paru-paru yang kaya O2 masuk ke atrium kiri, dilanjutkan ke ventrikel kiri. Darah dari ventrikel kiri dipompa keluar melalui aorta menuju ke seluruh tubuh.
  • Peredaran darah pada reptil mempunyai sistem peredaran ganda .
  • Jantung kadal terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bili kiri dan bilik kanan.
  • Dari jantung keluar dua buah aorta , aorta kanan dan aorta kiri.
  • Aorta kanan keluar dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
  • Aorta kiri keluar dari perbatasan bilik kiri dan bilik kanan mengalirkan darah ke bagian belakang tubuh.
Sumber : http://olahragasehaat.blogspot.com/2012/12/sistem-peredaran-darah-pada-kadal-reptil.html


6.4 Sistem Reproduksi Reptilia
Jantan
         Memiliki alat kelamin khusus : hemipenis
         Sepasang testis
         Memiliki epididimis
         Memiliki vas deferensiasi
Betina
         Memiliki sepasang ovarium
         Memiliki saluran telur (oviduk)
         Berakhir pada saluran kloaka

Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur.
 Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis.
 Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.
Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah.
Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya
.             
Gambar reproduksi betina






Urutannya yaitu :
Ovarium --> Oviduct --> Ostium abdominalis --> muara oviduct --> cloaca --> aperture cloacalis
Fertilisasi secara internal 
Ovarium : sepasang, berbentuk ovoid dan berwarna putih, terletak di collumna vertebralis.
           pada gambar diatas gambarnya adalah yang berbentuk bulat dengan 3 ovum.



Gambar sistem reproduksi jantan

Gambar:  a. Jantan                                          b.betina

Gambar telur kadal

Sumber:http://www.realscienceprograms.com/files/webpages/ccssprogramcontent.htm
Gambar: telur ular menetas


6.5 Sistem Otot

       Reptilia memiliki sistem otot daging yang lebih kompleks bila di bandingkan dengan amfibia, karena otot daging harus mendukung tubuh di daratan yang bersifat lebih berat dari pada di dalam air, selain itu juga untuk gerakan-gerakan yang sifatnya harus cepat Otot aksial (otot badan) reptil mulai menunjukkan beberapa speasialisasi seperti yang dikelompokkan pada mamal. Otot reptil terutama untuk gerakan lateral tubuh dan menggerakkan ruas-ruas tulang belakang. Dermal atau otot kulit berkembang baik pada reptil. Jaringan tungkai pada reptil menunjukkan variasi bergantung pada tipe gerakannya





6.6 Sistem indra
Reptil memiliki alat indera dengan kepekaan yang berbeda- beda, bergantung pada spesiesnya. Beberapa reptil juga memiliki indera khas yang tidak dimiliki oleh reptil lainnya. Namun, secara umum indera yang dimiliki oleh reptil adalah indera penglihatan, pendengaran dan kemoreseptor khusus.
a.indera penglihatan
secara umum, reptil memiliki struktur mata yang sama dengan vertebrata lainnya. Ada yang memiliki kelopak mata, ada pula yang tidak. Akomodasi pada semua reptil kecuali ular diatur oleh lensa yang dikelilingi dengan cincin otot sehingga lensa dapat memipih danmembesar. Sementara pada ular, untuk akomodasi lensa mata dapat diarahkan maju- mundur.
Mata pada ular tidak memiliki kelopak mata, tapi dilindungi oleh selaput transparan. Penglihatan ular tidak sejelas penglihatan manusia. Sensor yang ditangkap adalah bayangan dan sensitif terhadap cahaya dan panas. Sebagian besar ular juga memiliki mata median yang berada di atas kepalanya. Mata median merupakan hasil envaginasi dari dienchephalon. Mata median ini tidak membentuk gambaran retina. Fungsinya adalah untuk mengamati durasi dari fotoperiodisme lingkungan dan memasukkan pengaruhnya terhadap ritme biologis. Mata median ini diduga juga berguna untuk menakar kadar radiasi sinar matahari yang memapar tubuh ular.
Pada bunglon, mata lateralnya dapat berputar 360o. Selain itu, kedua mata lateralnya dapat bergerak ke arah yang berbeda. Sehingga, hewan ini dapat melihat ke dua arah sekaligus.
Sumber : (http://eri08tirtayasa.blogspot.com/2010/12/alat-indra-pada-reptil.html)

a.                   Indera Pendengaran
Reptil tidak memiliki daun telinga. Pada kadal, gendang telinganya nampak jelas terlihat dari luar, berada tepat di belakang rahang. Buaya memiliki gendang telinga yang berada di dalam lubang telinga, tepatnya berada di ujung saluran telinga. Gendang telinga ini berfungsi untuk menggetarkan tulang- tulang pendengaran. Akan tetapi, hampir semua jenis ular tidak memiliki gendang telinga. Sehingga, sinyal- sinyal getaran diterima dari lingkungan melalui rahang bawah.

b.                  Organ Pembau
Seperti hewan vertebrata lainnya, ular menggunakan bau, pandangan, dan bunyi untuk mengetahui keadaan di sekitarnya. Ular membaui melalui lubang hidung, yang dilengkapi dengan organ Jacobson, yaitu suatu cekungan di langit-langit mulut yang berfungsi “merasakan” udara sekitar. Seekor ular mengeluar-masukkan lidahnya untuk menangkap molekul bau dan memindahkannya ke organ Jacobson secara kimiawi (khemoreseptor). Organ Jacobson dilapisi sel-sel yang dapat menganalisa bau.
Sumber : (http://endrosambodo1984.wordpress.com/2012/04/02/pengenalan-ular/)

kemoreseptor khusus :
1)   Organ Vomeronasal
Organ ini fungsinya ekuiivalen dengan indera pembau pada manusia. Karena hidung ular hanya memiliki epitel respirasi, maka fungsi penciumannya digantikan oleh organ ini. Organ vomeronasal atau organ Jacobson berhubungan dengan bulbus olfaktorius dan berfungsi sebagai pendeteksi kimia adanya mangsa maupun pemangsa. Lidah berfungsi sebagai poembawa sinyal kimia berupa gas dari lingkungan ke dalam organ ini.
2)  Organ perasa
Lidah pada reptil memiliki sedikit kuncup kecap. Sehingga, ia bisa merasakan mangsanya.
3)  Pit Organ
Pit organ merupakan detektor panas pada ular. pit organ ini berupa lubang- lubang di depan wajah ular yang di dalamnya terdapat membran thermoreseptor. Pada gambar berikut, organ pit ditunjukkan dengan panah warna merah. Sementara, panah berwarna hitam menunjukkan lubang hidungnya.

6.7 Sistem Saraf(system nervosum)
Reptil memiliki otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus optikus, serebellum, dan medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan syaraf optikus, infundibulum, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf kranial. Pasangan-pasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit (ruasprimer)tubuh.
Sistem saraf pada reptil terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang.


1. Otak (ensefalon)
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:
a. Otak besar (serebrum)                  
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik.
b. Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
c. Otak kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
d. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
e. Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain.







2. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

1. Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
1. Tiga pasang saraf sensori
2. Lima pasang saraf motor
3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor

Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher, kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting.

2. Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis).

6.8 sistem Rangka
Skeleton axialis diatas tempurung kepala dan vertebrae. Tempurung kepala ada yang bermoncong panjang merupakan tulang yang keras pada hewan dewasa. Pada rahang bawah yang panjang terdapat sendi pada kuadrat yang telah bersatu dengan tulang cranium. Bagian ventral dari cranium merupakan plat yang keras. Columna vertebralis terdiri atas lima type yaitu cervixs, thoraxs, lumbal sacrum, cauda. Pada buaya dibagian cervix terdapat tulang rusuk pendek yang bebas(costae cervicalis), sedabgkan pada torax dan sternum dihubungkan oleh costae thoracalis dengan perluasan tulang rawan.
Sumber : http://dangstars.blogspot.tw/2012/09/bagian-bagian-tubuh-hewan.html
berdasarkan susunan tulang tengkoraknya, S.guntheri memiliki tulang rahang dengan otot yang jelas (seperti pada kebanyakan reptil lainnya kecuali kura-kura), spesies ini memiliki tipe  tengkorak diapsid (terdapat dua lubang dibelakang lubang matanya) dan sebuah tulang permukaan yang lebih besar sebagai tempat melekatnya otot, hal ini mengakibatkan S.guntheri memiliki kepala yang besar, otot tulang rahang yang terlihat jelas, dan gigitan yang ganas.


gambar : stipe tengkorak diasid pada Sphenodon guntheri 





6.9 Alat gerak (appendages)
Reptil selama sejarah evolusinya telah menggunakan berbagai macam gerakan, ada yang dapat berenang, berjalan atau berlari didaratan, menggali liang, memanjat dan bahkan dapat meluncur di udara.  kadal adalah hewan reptil yang bisa berlari dan ada pula yang bisa memanjat permukaan vertikal. Untuk buaya mampu berjalan diatas tanah dan berenang di air. Reptil yang teradaptasi baik untuk kehidupan aquatik adalah kura-kura laut . tungkainya termodifikasi menjadi sirip dan kuku mereduksi . kura-kura tanah memiliki tungkai yang kuat dan mampu mengangkut  tubuh untuk bergerak. Gerakan melata pada ular adalah hal yang menarik. Ternyata ular melata dengan cara berbeda. Ada 4 tipe gerakkan maju , yaitu berombak horisontal, rectilinear, concertina dan sidewinder.

6.10 Kulit
Tubuh reptil dibungkus oleh sisik kering sebagai pelindung tubuh, seperti halnya sisik ikan. Sisik-sisik ini dibagi kedalam 2 kategori, epiderma dan derma. Tipe sisik reptil adalah superfisial dan umumnya berganti secara berkala .sisik derma adalah lempengan tulang yang tertanam permanen pada kulit dan bertahan selama hidup.
Warna tubuh reptil juga seperti kebanyakkan vertebrata lain, memiliki beberapa fungsi.. pewarnaan mungkin unbtuk penyamaran dengan latar belakang lingkungannya dan dengan demikian hewan menjadi tersembunyi dan terlindung.
a. Kelenjar kulit
Reptil pada dasarnya memiliki sedikit kelenjar kulit, apalagi un tuk ular dan kadal yang kulitnya kadangkala berganti . kelenjar mukus dan kelenjar kloaka pada buaya berfungsi selama masa kawin. Beberapa kadal juga memiliki kelenjar endokrin didekat kloaka dimasa kawin.
b. sisik epidermal
            sisik terlihat amat nyata pada kadal dan ular. Sisik epidermal secara terus menerus diproduksi karena pertumbuhan dari lapisan strtum germinativum epidermis dan umumnya berlipap sehingga menjadi tumpang tindih satu sama lain. Ketikalapisan sisik ep[isermal tump[uh sempurna atau secara utuh, akhirnya menjadi terpisah dari stratum  germinativum dan tampak sebagai benda mati. Ular dan kadal sisik-sisiknya berganti, sebuah prooses yang dikenal sebagai ekdisi. Sebelum berlangsung ekdisi, sisik-sisik baru yang akan menggantikan sisik tua. Kebanyakan ular berganti kulit secara sekaligus. Epidermal tua yang lepas pertama pada daerah kepala termasuk kulit didorsal mata. Karapks dan plastron adalah tempurung dorsal dan venteral yang melindungi kura-kura dan penyu. Strukturnya tersususn sebagian besar oleh tulang dari lempengan kulit.
            Sisik epidermal reptil menunjukkan lebih banyak keragaaman bentuk dan struktur , terutama pada ular dan kadal. Sisik tersebut mungkin tersusun secara longitruginal, diagonal atau transversal(baris-baris melintang .
Gambar sisik kepala ular tampak dari atas, sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sisik_ular
Gambar sisik di lihat dari tampak bawah, sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sisik_ular

7.MANFAAT DAN KERUGIAN DARI REPTIL
Beberapa Reptlia bermanfaat dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut:
a.Sebagai predator alami, contohnya ular memekan tikus, bengkarung memakan serangga.
b. Sebagai bahan pangan, contohnya daging ular, daging kura-kura, dan telur penyu.
c. Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan.
d. Beberapa reptilia juga merugikan, misalnya ular memangsa hewan ternak dan ular berbisa dapat membunuh manusia.
Banyak jenis kadal dan ular yang menguntungkan manusia karena memakan serangga dan rodentia. Kulit buaya, ular, dan biawak serta penyu yang diperdagangkan sebagai bahan baku pembuatan tas, sepatu dll. Bagi sebgian orang daging ular di jadikan makanan karena dipercaya memiliki khasiat sebagai obat. Bisa ular juga sebagai penawar gigitan ular
















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Reptilia.
(di akses27 feb 2013)
          Anonim. morfologi kadal. Diakses dari
(di akses 29 feb 2013)
Anonim. Kelas reptil. Diakses dari
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=261664479
(di akses 29 feb 2013)
Anonim. Reptilia. Diakses dari
(di akses 29 feb 2013)
Anonim. 2012. Reptil kadal. Diakses dari
(di akses 1 mar  2013)
Anonim. 2012. Sistem pada reptil dan habitat reptil. Diakses dari
(di akses 1 mar 2013)
Fanfan,rifani. 2012. Reptilia. Diakses dari
(diakses 28 feb 2013)
Melda. 2009. Sistem pernafasan pada reptil. Diakses dari
(di akses 1mar 2013)
Suhendra, said. 2012. Reptilia. Diakses dari
(di akses 27 feb 2013)




                                                                                                                

1 komentar:

  1. Slot Machines | North Star Mohican Casino Resort
    On top 오즈포탈 of that, 토토 사이트 추천 there 188bet is a casino in the north side of the Mohican town of Casino du Lac-Leamy. 예스 벳 The slot machines are 라이브스코어 located close to

    BalasHapus